Kamis, 16 Agustus 2012

MAKALAH BAHASA SASTRA


PEMBELAJARAN BAHASA
MELALUI
KARYA SASTRA ( PROSA )
Disusun oleh : Nivia Gunariyati ( PGSD 2B )
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Bekasi



BAB 1. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Karya sastra sebagai bentuk karya seni memiliki sifat indah dan berguna. Sifat ini membuat pembaca senang untuk menikmatinya. Demikian halnya anak – anak tentu juga senang menikmati karya sastra anak – anak.
            Kondisi tersebut diatas dapat dimanfaatkan bagi pengajaran. Karena pada umumnya anak – anak senang membaca karya sastra, maka apabila karya sastra dijadikan bahan ajar bahasa, mereka diharapkan akan senang belajar bahasa.
  1. Tujuan Penulisan
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan dapat :
  1. Memahami nilai – nilai yang terkandung dalam karya sastra
  2. Memahami dunia  anak lewat sastra
  3. Bagaimana cara membentuk sikap positif anak
  4. Memilih karya sastra anak – anak yang baik
  5. Menjelaskan macam – macam karya sastra anak
  6. Merencanakan dan melaksanakan pengajaran bahasa lewat sastra















BAB II. PEMBAHASAN

A.    PEMBELAJARAN SASTRA
Sastra memiliki tempat khusus dalam perkembangan anak. Karya sastra, yang dibacakan kepada anak – anak dalam suasana penuh kehangatan dan pada kesempatan yang tepat, dapat merupakan wahana bagi mereka yang mempelajari dunia sekitarnya.
Pembelajaran sastra disekolah dasar dapat dibagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu kelompok pembelajaran prosa, puisi dan drama. Pembelajaran prosa merupakan bagian dari pembelajaran sastra disekolah, tetapi tidak jarang bahan dari prosa itu sendiri sering dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk keterampilan – keterampilan bahasa yang lainnya.
Misalnya, prosa dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran membaca, sebagai bahan pembelajaran menyimak, sebagai bahan pembelajaran menulis, dan sebagai bahan pembelajaran sastra itu sendiri.
Pembelajaran prosa di sekolah banyak membicarakan berbagai persoalan hidup manusia, tentang kehidupan manusia, tentang kehidupan pada umumnya, yang kesemuanya ini diungkapkan dengan cara dan bahasa yang khas.
1.      Nilai – nilai yang Terkandung dalam Karya Sastra
Karya sastra merupakan karya seni yang memiliki nilai estetika. Selain itu karya sastra merupakan karya yang bersifat indah, menyenangkan dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Prosa sebagai karya seni lainnya yang terdiri dari dua unsur yang saling melengkapi, yaitu unsur yang saling melengkapi, yaitu unsur bentuk dan unsur isi. Unsur bentuk mengandung nilai estetis yang membuat pembaca merasa senang, sedangkan unsur isi mengandung nilai atau pelajaran yang bermanfaat bagi kehidupan pembaca.
Kita mengakui bahwa anak – anak hidup dalam masa perkembangan yang cukup pesat, terutama, pada perkembangan fisik dan mental. Perkembangan ini seyogyanya diperhatikan dan dibimbing oleh orang tua dan guru disekolah. Pembelajaran prosa dapat memberikan nilai – nilai bermanfaat bagi proses perkembangan perndidikan anak – anak.
Karya sastra dapat memenuhi berbagai kebutuhan ( rohani ) manusia dan dapat menanamkan berbagai nilai yang tidak terlihat secara langsung.
Menurut Sawyer dan Comer, 1991 ( dalam  Darmiyati,1997 ) menyatakan bahwa karya sastra ( prosa ) dapat menolong anak – anak dalam memahami dunia mereka, membentuk sikap – sikap yang positif, mengembangkan kognisi anak, dan menyadarkan anak tentang hubungan sesamanya.

2.      Memahami Dunia Lewat Sastra
Melalui pembelajaran prosa anak – anak dapat memaknai dunia mereka. Misalnya, dengan membaca atau mendengarkan sebuah cerita dari guru yang menceritakan tentang seorang anak yang sering menolong seseorang sehingga disayangi orang lain atau teman – temannya.
Anak – anak mengerti bahwa mereka pun harus bertindak sebagaimana sikap temannya seperti yang dicontohkan dalam cerita tersebut. Prosa juga dapat menumbuhkan rasa keingintahuan anak – anak.  Setelah membaca atau mendengarkan cerita, anak – anak sering ingin belajar lebih banyak.
Anak – anak dapat memahami dunia mereka dengan lebih baik lewat isi buku yang mereka baca.
2.1  Membentuk Kepribadian Anak – anak
Anak – anak mengalami berbagai tahap perkembangan pribadi apabila mereka mencoba mencapai kemampuan untuk berbagai emosi, mengekspresikan empatinya kepada orang lain, serta mengembangkan berbagai perasaan harga diri, dan lain sebagainya.
Perkembangan anak melalui tahap – tahap perkembangan pribadi merupakan bagian dari proses pematangan. Buku – buku karya sastra dapat memainkan peranan yang amat penting dalam perkembangan tersebut.
Sastra mempunyai pengaruh dalam kehidupan sang anak. Sastra dapat digunakan untuk membantu mereka dalam memahami perasaan – perasaan  mereka satu sama lainnya, berpihak kepada para tokoh yang mempunyai perasaan yang sama dengan dia dan memperoleh wawasan baru dari cara orang lain ( tokoh – tokoh dalam karya sastra itu ).
Melalui karya sastra, anak – anak dapat menemukan berbagai kempuan yang mereka miliki.
2.2  Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak
Pergaulan anak – anak dengan prosa, baik lisan maupun tulisan, jelas mempunyai dampak positif terhadap perkembangan bahasa anak – anak. Melalui kegitan menyimak atau kegiatan membaca prosa maka secara sadar atau tidak sadar pemerolehan bahasa mereka kian meningkat. Hal yang paling tampak dari kegiatan tersebut adalah bertambahnya kosakata bagi anak. Dengan demikian akan meningkat pula ketrampilan berbahasa anak.

3.      Membentuk Sikap Positif
Pembelajaran sastra kepada anak – anak dapat membentuk dan mengembangkan sikap positif anak. Mereka perlu memupuk kesadaran akan harga diri dan melihat dirinya sebagai pribadi yang memiliki kemampuan, yang hendak memperoleh perhatian dan kasih sayang dari orang lain.
1)      Kesadaran akan Harga Diri
Membaca prosa yang baik dapat menolong anak – anak dalam mengembangkan kesan yang positif mengenai diri mereka. Prosa dapat menolong anak – anak menemukan jati dirinya, mengenai perasaannya sendiri. Membaca tentang kehidupan para tokoh dalam suatu cerita ia mencoba berbuat sebagaimana yang dilakukan tokoh dalam cerita tersebut. Dengan belajar lewat cerita – cerita yang dibacanya bahwa tentu akan munculnya berbagai perasaan itu normal, maka anak – anak dapat mengerti bahwa diri mereka pun normal.

2)      Toleransi terhadap orang lain
Prosa yang baik dapat menolong anak – anak dalam memahami pentingnya berhubungan dengan orang – orang lain dan mengerti cara menyesuaikan diri dalam pergaulan. Mereka semakin mengetahui cara memenuhi kebutuhan dalam masyarakat dan pada waktu yang sama juga dapat menyenangkan orang lain. dengan memperhatikan tokoh – tokoh dalam cerita dapat mengatasi masalah – masalah sosial, anak – anak dapat mulai mengenal peran yang perlu dilakukan dalam mencapai suatu tujuan dan perlunya membatasi dan tingkah laku diri sendiri.

3)      Keingintahuan tentang kehidupan
Anak – anak memilikikeinginan tentang dunia sekitar mereka. Mereka ingin tahu tentang benda - benda, tempat – tempat disekitar mereka, ingin tahu mengenai orang – orang yang berbeda, dan lain sebagainya. mereka bangga akan hal – hal yang telah mereka pelajari. Apabila keingintahuan yang menakjubkan itu ditanggapi lewat program baca tulis ( literasi ), termasuk program membaca karya sastra anak – anak, hal ini dapat mendorong keberhasilan pada jenjang sekolah berikutnya dalam kehidupan selanjutnya.

4)      Menyadari Hubungan yang Manusiawi
Cerita yang bagus dapat memiliki berbagai dampak positif pada anak. Kegiatan membacakan buku kepada anak dapat membuat anak seolah – olah menjadi pembaca. Lewat berbagai pengalaman seperti ini dapat terbentuk hubungan yang manusiawi. Ada interaksi personal antara anak dan pembaca, yang tidak mungkin ditemukan ketika anak menonton televisi, bermain komputer dan lain – lain. orang tua atau guru ketika membacakan buku dapat menanggapi kegembiraan, keragu – raguan, kemarahan, atau ketakutan anak. Keberadaan orang tua atau guru sebagai pembaca memberikan perasaan hangat dan aman.
1. Tema adalah tentang apa yang dibicarakan dalam prosa.
2. Amanat yaitu nasehat yang ingin disampaikan kepada pembaca.
3. Plot atau alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.
4. Perwatakan atau karakteristik atau penokohan adalah cara-cara pengarang   menggambarkan watak pelaku.
5. Tokoh dalam sebuah cerita adalah sebagai pelaku yang dikisahkah perjalanan hidupnya dalam cerita.
6. Latar atau seting adalah gambaran atau deranging mengenai tempat, waktu, situasi atau suasana berlangsungnya peristiwa.
5. Memilih bahan cerita anak
cerita anak-anak adalah bahan bacaan yang berhubungan fiksi atau cerita rekaan yang layak dibaca anak-anak.
Seseorang yang ingin membaca sebuah cerita (prosa) hendaknya pewrlu dibekali sejumlah unsur-usurpembentuk prosa.  Jika seorang guruhendak membimbing muridnya dalam membaca sebuah prosa perlu memperhatikan unsur-unsur pembentuk prosa  secara tepat.
1.      Bagaimana nilai instrinsiknya?
Hal-hal yang perlu diperhatikan dari segi nilai-nilai intrinsik dalam memilih sebuah bahan ceritakepada anak-anak sebagai berikut:
Ø  Apakah sebuah buku cerita itu layak dibaca oleh anak-anak atau tidak?  Nilai intristik  sasyta yang paling utama harus dipertimbangkan adalah sejauh mana buku tersebut dapat memberi kesenangan, kegembiraan, dan kenikmatan bagi anak-anak.
Ø  Dapatkah buku sastra tersebut memupuk dan mengembangkan potensi imajinasi anak.
Ø  Apakah buku sastra anak mampu memberikan pengalaman-pengalam baru kepada anak

2.      Bagaimana nilai ekstrinsiknya
Beberapa hal yang perlu dipertanyakan dalam memilih buku prosa anak, antara lain:
Ø  Bagaimanakah perkembangan bahasanya
Ø  Bagaimana perkembangan kognitifnya
Ø  Bagaimanakah mengenai  perkembangan kepribadiannya
Ø  Bagaimanakah mengenai perkembangan sosialnya

3.      Bagaimanakah tentang tokoh cerita?
Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang tokoh cerita dalam sebuah cerita anak-anak adalah:
Ø  Keindahan kesejatian buku bacaan anak-anak didukung oleh penokohan yang meyakinkan, unik dan memikat
Ø  dalam cerita anak tokoh cerita tidak hanya berwujud manusia tetapi juga binatang atau objek yang lain
Ø  dalam mengevaluasi buku cerita anak diperlukan kejelian dalam hal  melihat perkembangan perwatakannya.
Ø  Tokoh-tokoh dalam karya sastra anak-anak harus memiliki kepribadian yang unik
Ø  Tokoh-tokoh binatang merupakanyang terpenting dalam sastra anak-anak
4.      Bagaimana alur ceritanya?
Biasanya pertanyaan yang  pertama diajukan anak-anak ketika membaca buku cerita adalah:
Ø  Bagaimanakah tentang kemenarikan jalan ceritayang diceritakan dalam buku tersebut
Ø  Bagaimanakah daya tarik pembaca yang ditampilkan pada awal cerita
Ø  Bagaimanakah daya tarik pembaca yang ditampilkan pada pertengahan cerita

5.      Bagaimanakah tentang latar cerita?
Konsep latar atau setting dalam buku sastra mengacu pada tempat dan waktu kejadian, kapan dan dimana peristiwa berlangsung, latar dalam karya sastra dimaksudkan untuk kepentingan. Pertama, menciptakan suasana hati. Kedua, menciptakan keotentikan. Ketiga, menciptakan kepercayaan, kredibilitas.



6.      Bagaimanakah tentang tema cerita?
Pertanyaan yang lazim dipergunakanuntuk menelusuri tema adalah, apakah maksud pengarang dalam menulis suatu cerita? Yang harus diperhatikan dalam buku sastra yang berhubungan dengan tema adalah, sejauh mana tema cerita dilandasi oleh nilai-nilai etik yang terpujim buku sastra anak-anak  yang baik adalah buku sastra yang mengandung ketulusan hati, kejujuran dan keberanian.


6.      Macam-macam prosa anak

1)      Fabel
Fabel adalah cerita binatang yang dimaksudkan sebagai personifikasi karakter manusia. Binatang-binatang yang dijadikan tokoh cerita dapat berbicara, bersikap, dan berperilaku sebagaimana halnya manusia
2)      Legenda
Legenda termasuk dari bagian cerita rakyat. Perbedaan legenda dengan mitos tidak pernah jelas. Keduanya sama-sama menampilkan cerita yang menarik dengan tokoh-tokoh yang hebat berada di luar batas kemampuan manusia lumrah. Hal yang membedakan adalah bahwa mitos sering dikaitkan dewa-dewa dan atau kekuatan-kekuatan supranatural yang erada di luar jangkauan manusia. Sebaliknya walau sama-sama menghadirkan tokoh-tokoh yang hebat, legenda tidak mengaitkan tokoh-tokoh itu dengan atau sebagai dewa-dewa atau yang berkekuatan supranatural, melainkan dengan tokoh, peristiwa, atau tempat-tampat nyata yang mempunyai kebenaran sejarah
3)      Mite/Mitos
Mitos (myths) adalah salah satu jenis cerita lama yang sering dikaitkan dengan dewa-dewa atau kekuatan supranatural yang lain yang melebihi batas-batas kemampuan manusia. Menurut Lukens (2003:26) mitos merupakan suatu yang diyakini bangsa atau masyarakat tertentu yang pada intinya menghadirkan kekuatan-kekuatan supranatural.

4)      Dongeng.
Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.
  1. PEMBELAJARAN BAHASA MELALUI KARYA SASTRA
Pembelajaran di kelas – kelas rendah harus terdiri atas sejumlah besar topik dan kegiatan. Hal ini diperlukan untuk memenuhi perkembangan secara utuh bagi setiap anak. Karya sastra kadang – kadang dipandang sebagai salah satu hal yang harus tersedia bagi anak – anak dalam tahun – tahun pertumbuhan atau pada usia sekolah. Demikian juga ilmu pengetahuan, seni musik, seni rupa, dan lain halnya sebagai bagian program pembelajaran perlu memperoreh perhatian.
Bagaimana cara agar semua isi program dapat tercakup? Haruskah beberapa diantaranya dihilangkan? Dapatkah diadakan penggabungan antara beberapa bagian program pengajaran? Yang jelas, diperlukan rencana secara hati – hati agar tidak ada yang tertinggal bagian – bagian program yang memiliki tujuan yang penting. Bagian berikut ini membicarakan strategi untuk memasukkan aspek – aspek penting suatu program. Strategi tersebut adalah penggunaan suatu jaringan sebagai alat untuk merencanakan unit program pada awal suatu program.
1.      Merencanakan Jaringan
Jaringan merupakan alat yang berguna dalam berbagai situasi perencanaan program pembelajaran. Jaringan dapat digunakan untuk memvisualisasikan dan mengorganisasikan program atau hanya aspek tertentu dari suatu program.
Untuk menyusun jaringan, kita harus mulai dengan tema sendral. Dengan menggunakan pendekatan curah pendapat secara bebas, kita mendaftar berbagai aspek yang berhubungan dengan tema sentral. Langkah berikutnya memilih butir – butir yang relevandari daftar tersebut dan mengorganisasikannya dengan menggunakan dengan menggunakan sub – sub tema. Langkah terakhir adalah membuat jaringan yang secara visual menyajikan gambaran keseluruhan tema ( Sawyer dan Corner 1991 :151).
2.      Jaringan Sastra
Jaringan dapat tersusun untuk membuat tema – tema sastra. Apabila suatu topik telah diidentifikasi, mungkin guru ingin memfokuskan khusus pada sastra yang berhubungan dengan topik tersebut. Dalam hal ini sub – sub temanya dapat berupa puisi, nyanyian dan cerita.
3.      Sastra dan Program Membaca
Apabila sastra dijadikan bagian dari program membaca, anak – anak akan memperoleh keuntungan sangat besar.
Keuntungan yang sangat besar ialah bahwa karya – karya sastra yang baik dan sesuai bagi anak dapat menumbuhkan kecintaan membaca.











BAB III. PENUTUP

  1. KESIMPULAN
Pembelajaran Sastra termasuk didalamnya prosa, dapat menolong anak – anak dalam memahami dunia mereka, membentuk sikap – sikap yang positif, mengembangkan kognisi anak, dan menyadarkan anak tentang hubungan sesamanya.
  1. KRITIK DAN SARAN
Penulis menyadari, makalah ini masih kurang dari sempurna, sehingga saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan makalah ini.














DAFTAR PUSTAKA

Zuchdi, Darmiyati dan Budiasih.1996.Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di
Kelas Rendah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan




















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar